Adobe After Effects 26.5 Resmi Rilis: Ada AI Assistant yang Bisa Bikin Kamu Ngobrol sama After Effects
Adobe After Effects 26.5 dirilis 9 September 2026 dengan fitur guides baru, Object Matte yang lebih kencang, dan AI Assistant yang bisa ngobrol pakai bahasa biasa.

Adobe After Effects 26.5 resmi dirilis tanggal 9 September 2026, tepat dua hari sebelum pameran IBC 2026 digelar di Amsterdam. Update kali ini bukan sekadar bug fix atau perbaikan kecil, melainkan membawa fitur baru yang signifikan, termasuk AI Assistant yang bisa bikin kamu ngobrol langsung sama After Effects. Dan yang bikin makin menarik, Adobe merilis update ini bersamaan dengan Premiere Pro 26.5. Jadi mereka benar-benar all in di ekosistem video editing sekaligus.
Bagi kamu yang kerjaan sehari-harinya nge-build motion graphics atau visual effects, update ini layak diperhatiin serius. Ada perubahan di bagian guides, Object Matte, effect controls, dan tentunya AI Assistant yang sampai sekarang masih dalam tahap beta. Mimin udah ngerangkum semua yang perlu kamu tahu di artikel ini.
Guides Baru: Lebih Presisi, Lebih Fleksibel
Salah satu perubahan paling praktis di AE 26.5 ada di sistem guides. Kalau sebelumnya kamu cuma bisa naruh guide dalam satuan piksel, sekarang After Effects udah support percentage-based positioning. Artinya guide bisa kamu posisikan berdasarkan persentase dari komposisi, bukan angka absolut. Buat kamu yang sering bikin desain responsif atau layout yang harus proporsional di berbagai resolusi, ini jelas menghemat waktu.
Selain itu, edge pinning juga udah lebih lengkap. Dulu kamu cuma bisa pin guide ke tepi kiri dan atas komposisi. Sekarang tepi bawah dan kanan juga udah bisa. Dan yang nggak kalah penting, tiap guide sekarang bisa kamu kasih warna custom. Jadi kalau kamu punya banyak guide di satu komposisi, misalnya buat grid atau safe area, kamu bisa bedain warnanya biar nggak bingung. Detail kecil, tapi dampaknya ke workflow harian lumayan kerasa.
Object Matte: AI Rotoscoping yang Makin Kenceng
Object Matte pertama kali muncul di After Effects 26.2 bulan April 2026 lalu. Fitur ini pada dasarnya menggantikan Roto Brush manual yang selama ini jadi andalan buat isolasi subjek. Dengan Object Matte, kamu cukup klik sekali dan AI bakal nge-rotoscope subjek yang kamu pilih. Nggak perlu frame-by-frame lagi.
Di update 26.5, Adobe nambahin disk caching untuk propagation results. Ini masih dalam tahap beta, tapi efeknya langsung kelihatan. Proses rotoscoping yang sebelumnya kadang bikin laptop nge-freeze sekarang jadi lebih smooth karena hasilnya udah di-cache ke disk. Kalau kamu pernah frustasi nungguin Object Matte ngitung di projek yang berat, update ini harusnya jadi angin segar. Kabar baiknya, fitur ini sudah stabil untuk penggunaan dasar, jadi kamu bisa langsung coba tanpa takut crash.
Effect Controls: Color Labels untuk Setiap Effect
Fitur baru lain yang mungkin kelihatan sepele tapi sebenernya quite useful adalah color labels untuk individual effect instances. Kalau projekmu punya banyak layer dengan berbagai effect stacking, sekarang kamu bisa kasih warna beda di tiap effect di panel Effect Controls.
Kenapa ini penting? Karena di projek yang kompleks, panel Effect Controls bisa jadi hutan effect yang bikin kamu nggak inget mana yang udah di-adjust mana yang belum. Dengan color labels, kamu bisa langsung scan visual dan tahu urutan atau grouping effect-nya. Ini seperti sticky notes tapi versi digital yang lebih rapi. Fitur ini mungkin nggak bakal bikin kamu teriak kegirangan, tapi kalau kamu udah nyobain di projek yang rame, kamu bakal ngerti kenapa ini matters.
AI Assistant: Ngobrol Langsung sama After Effects
Ini dia yang paling bikin heboh. Adobe nge-announce AI Assistant untuk After Effects, dan fitur ini bisa kamu akses lewat menu Window, lalu pilih Assistant. AI-nya bersifat agentic, artinya nggak cuma ngasih jawaban tapi bisa beneran ngeksekusi perintah di dalam After Effects.
Apa aja yang bisa dilakuin? Kamu bisa minta AI-nya ngorganisir project, misalnya nge-sort layer atau bikin precomp. Kamu juga bisa ngobrol soal expressions, entah itu diagnosa error di expression yang udah ada atau minta AI-nya nulis custom JavaScript code baru. Dan yang paling seru, AI Assistant ini terintegrasi dengan Adobe Firefly, jadi kamu bisa generate gambar dan video langsung dari panel percakapan.
Cara kerjanya mirip kayak chat biasa. Kamu ketik perintah dalam bahasa sehari-hari, dan AI bakal translate request kamu jadi aksi nyata di After Effects. Nggak perlu ngerti scripting atau keyboard shortcut yang ribet. Tapi ingat, fitur ini masih dalam tahap beta dan tersedia di build terpisah. Jadi kamu harus install beta version dulu kalau mau coba. Ketersediaan penuh masih menunggu Adobe rilis versi stabilnya.
AI Assistant di AE 26.5 ini juga merupakan kelanjutan dari fitur serupa yang udah lebih dulu muncul di Photoshop dan Premiere Pro pada Juni 2026. Jadi Adobe emang lagi strategi rollout AI mereka secara bertahap di seluruh Creative Cloud. Kalau kamu udah pernah nyobain AI Assistant di Photoshop atau Premiere, konsepnya bakal familiar. Tapi implementasinya di After Effects jelas lebih spesifik ke motion graphics dan expressions.
Fitur Beta Lainnya yang Perlu Kamu Tahu
Selain AI Assistant, ada beberapa fitur beta lain yang juga diumumkan bersamaan. Pertama, Substance materials sekarang bisa dipake di 3D text dan shapes. Buat kamu yang sering kerja dengan elemen 3D di After Effects, ini buka kemungkinan baru buat bikin material yang lebih realistis tanpa harus keluar ke aplikasi lain. Kedua, layers sekarang bisa jadi material sources di Advanced 3D renderer, yang artinya kamu bisa pake layer apapun sebagai tekstur atau material di environment 3D-mu.
Ketiga, editable text dari Illustrator files. Kalau selama ini kamu harus flatten dulu atau convert ke outlines kalau mau import teks dari Illustrator ke After Effects, sekarang teksnya bisa langsung kamu edit di AE. Keempat, ada Contour Paint effect yang sepertinya ditujukan buat painterly style effects. Dan kelima, color labels yang tadi udah Mimin sebut juga masuk dalam daftar fitur beta.
Semua fitur beta ini belum tentu bakal masuk ke versi final tanpa perubahan. Adobe biasanya ngumpulin feedback dari komunitas beta tester dulu sebelum lock fitur. Tapi setidaknya ini ngasih gambaran ke mana arah After Effects mau melangkah.
Persaingan AI di Ekosistem After Effects
Adobe bukan satu-satunya yang bikin AI assistant buat After Effects. Sebelum AI Assistant resmi dari Adobe, sudah ada beberapa pihak ketiga yang lebih dulu masuk ke arena ini. Atom (tryatom.ai) adalah salah satu AI assistant yang udah beredar untuk After Effects. Bahkan Jake Bartlett, salah satu educator After Effects paling populer, secara publik nge-endorse Atom. Ada juga Claude/Higgsfield extension yang merupakan plugin AI pihak ketiga, dan Davey Design yang klaim udah bikin AI Agent pertama untuk After Effects.
Persaingan ini sebenernya bagus buat user. Kehadiran kompetitor bikin Adobe harus terus innovate dan improve produk mereka. Tapi di sisi lain, AI Assistant dari Adobe punya keunggulan karena langsung terintegrasi native di dalam After Effects. Nggak perlu install plugin tambahan atau khawatir kompatibilitas. Buat kamu yang udah subscribe Creative Cloud, ini jadi value tambahan yang nggak perlu extra cost.
Nggak bisa dipungkiri juga bahwa beberapa komunitas motion design sempat ada yang frustrasi sama Adobe. Ada YouTuber bernama Surfaced Studio yang bahkan secara publik bilang udah berhenti pakai After Effects setelah 15 tahun. Tapi dengan arah yang ditunjukkan di update 26.5 ini, terutama soal AI Assistant dan perbaikan workflow, sepertinya Adobe lagi effort keras buat regain trust dari komunitas kreatif.
Penutup: Worth the Upgrade?
Overall, After Effects 26.5 adalah update yang cukup substansial. Guides yang lebih fleksibel, Object Matte yang makin kenceng, dan tentunya AI Assistant yang masih beta tapi udah promising. Kalau kamu termasuk yang rutin update Creative Cloud, ini harusnya udah tersedia untuk diinstall sekarang juga.
Yang perlu kamu catat, AI Assistant masih terbatas di beta build. Jadi kalau kerjaan kamu productions-critical dan nggak mau ambil risiko, mungkin tunggu versi stabilnya dulu. Tapi kalau kamu tipe yang suka eksplor fitur baru dan nggak takut bug sesekali, AI Assistant ini worth dicoba. Siapa tau bisa beneran bikin workflow kamu lebih efisien.
Satu hal yang pasti, gelombang AI di dunia motion design baru aja dimulai. Baik itu lewat AI Assistant dari Adobe, Atom, atau tools AI lainnya, kamu yang sebagai motion designer atau VFX artist harus mulai familiar sama cara kerja AI ini. Bukan untuk menggantikan skill kamu, tapi sebagai tool tambahan yang bisa bikin kamu lebih produktif. Mimin sendiri udah penasaran banget sama hasilnya di projek-projek real. Kalau kamu udah coba, share pengalaman kamu di kolom komentar ya.
Post By Team Bywira.comShare this article
Related Articles
Google Pics Resmi Rilis: Tool Desain AI Gratis dari Google yang Siap Gantikan Canva
Google meluncurkan Google Pics, tool desain AI gratis yang terintegrasi Google Workspace. Dengan Canva kehilangan $7.1 miliar valuasi, ini bisa jadi game changer buat desainer dan freelancer.
Adobe Project Oasis: Tool Desain AI Baru yang Langsung Bidik Pengguna Figma
Adobe resmi mengundang desainer untuk menguji Project Oasis, aplikasi desain grafis berbasis web dengan AI brand-aware. Target jelas: pengguna Figma.
Yuta ONE Memberi 200+ Font Gratis: Kesempatan Terbatas buat Desainer
Desainer tipografi Jepang Yuta ONE bagikan 200+ font premium gratis untuk merayakan 170K followers. Deadline hari ini, 9 September 2026.